Peran Media Baru dalam Pemberdayaan Masyarakat

Masalah pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu kegiatan penting yang perlu dilakukan dalam upaya untuk memberdayakan teruatama pada kelompok yang dinilai lemah dan rentang terhadap kemiskinan sehingga mereka memiliki kemampuan dan kekuatan serta dapat melepaskan  diri  mereka  dari  berbagai keterpurukan, ketertinggalan dan keter-belakangan dan dengan demikian keinginan mereka untuk menjadi suatu kelompok yang maju, mandiri dan terpenuhi   segala   kebutuhannya   bisa   tercapai. Hal ini sejalan dengan pandangan yang dikemukakan oleh Kartasasmita, 1997, memberdayakan masyarakat   merupakan   suatu   upaya  untuk meningkatkan harkat dan martabat masyarakat yang dalam kondisi sekarang tidak mampu untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Berdasarkan konteks ini, bagaimana peran media baru dalam pemberdayaan masyarakat?.

Media merupakan sarana komunikasi bagi masyarakat, yang terletak di antara  dua pihak sebagai perantara atau penghubung. Sedangkan McLuhan bersama  Quentin Fiore, menyatakan bahwa “media setiap zamannya menjadi esensi  masyarakat” hal ini menunjukkan bahwasanya masyarakat dan media selalu  berkaitan dan media menjadi bagian yang penting dalam kehidupan masyarakat,  sadar atau tidak sadar bahwa media memiliki pengaruh yang berdampak positif  maupun negatif dalam pola dan tingkah laku masyarakat.

            Media Massa memiliki posisi yang penting dalam kehidupan masyarakat, sehingga media massa ditempatkan sebagai komunikasi massa yang berperan sebagai komunikator serta agen of change, yang menjadi pelopor perubahan dalam lingkungan publik yang dapat mempengaruhi khalayak melalui pesan berupa informasi, hiburan, pendidikan maupun pesan-pesan lainnya dan dapat dijangkau masyarakat secara luas.

Oleh karena itu, media baru yaitu teknologi informasi sebagai komunikasi massa, dalam kaitannya dengan pemberdayaan masyarakat, setidaknya akan menampilkan 5 buah performa, sebagaimana diungkapkan oleh Prof Joseph R Dominick sebagai berikut :

 (1). Pengawasan,   dimana media massa menyajikan informasi yang diperoleh dari   hasil   pengawasannya  yang   tidak  dapat  dilakukan  masyarakat.  Lebih  lanjut  fungsi  ini dibagi   lagi   menjadi: (a).  Pengawasan  peringatan, seperti pengawasan yang  disampaikan  media  mengenai  informasi  yang berhubungan dengan ancaman tertentu, seperti   bencana alam, krisis ekonomi, invasi militer atau   ancaman ledakan pengangguran. Ilustrasi yang dapat diketengahkan dalam konteks ini adalah media baru yang memberitakan secara cepat soal bencana di Gempa Aceh, mengenai teorisme di Sarinah dan lainnya. (b) Pengawasan     yang berkaitan dengan informasi yang  berguna bagi    kehidupan sehari-hari, seperti informasi tentang     harga bahan kebutuhan, produk-produk hingga    publikasi pengetahuan. Misalnya adalah pemberitaan mengenai harga pasar, panen raya dan juga lainnya. Di titik ini, manifestasi pemberdayaannya adalah menggerakkan masyarakat untuk simpati dan empati , serta merangsang respon yang bijak tentang informasi tertentu. Media baru yang digawangi kaum muda tampak telah memberdayakan masyarakat dari perspektif  batiniah, yang tidak mustahil akan mewujud menjadi aksi nyata.   (2). Interpretasi,   media  massa  tidak  hanya  menyajikan  fakta  dan  data   tetapi juga interpretasi mengenai suatu berita  tertentu. Dalam berbagai kasus, media massa / media baru turut juga memberikan sudut pandangnya. Dalam media sosial, masyarakat dimanapun juga bisa memberikan sudut pandang yang bebas. Sudut pandang bisa sejalan dengan media itu, namun sangat bisa berbeda dengan media. Disinilah media membantu masyarakat memberdayakan daya analisis dan kritisme yang positif. (3). Hubungan,  media  mampu  menghubungkan  unsur-unsur  yang   terdapat dalam  masyarakat  yang  tidak  dapat  dilakukan  secara  langsung  oleh  saluran  perseorangan  Misalnya   iklan,   menghubungkan   kebutuhan dengan produkproduk penjual. Dalam dunia iklan kontemporer, format iklan digital dengan cakupan yang lebih massif tentu akan memberikan pelauang yang lebih besar akan banyaknya permintaan. Dalam hal ini media baru memerankan fungsinya memberdayakan masyarakat, khususnya bagi pemasaran produk-produknya. Bila capaian pasar tinggi, otomatis secara ekonomi masyarakat akan menjadi lebih berdaya.  (4). Sosialisasi, bahwa sosialisasi merupakan transmisi nilai-nilai yang  mengacu  pada  cara-cara  individu mengadopsi  perilaku dan  nilai-nilai  dari  suatu kelompok.

Berdasarkan penjelasan diatas, disimpulkan bahwa peran media baru dalam pemberdayaan masyarakat pada zaman sekarang ini sangatlah penting dan dibutuhkan bagi pemberdaya dalam melakukan proses pemberdayaan itu sendiri, terlepas dari masih adanya kekurangan atau hambatan dalam prosesnya. Karena, dengan menggunakan media baru sebagai media massa dengan sarana berbagai informasi ini, dapat begitu cepat dan mudah bagi siapapun atau dari kalangan manapun untuk mengaksesnya. Maka, peran yang seimbang dari pemberdaya juga sangat dibutuhkan untuk arah dalam pemberdayaan melalui media baru ini.  


Dosen Pengampu : Dicky Andika, M.Si

Disusun oleh : Ratu Siti Rukoyah (11190540000046)

PMI 4B




Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 anime genre romance

Cerita Horor dari novel KAMAR MAYAT (F. Rubianti)